Sebagian besar masyarakat Kecamatan Srumbung yang terletak di lereng Merapi merupakan petani salak. Salak pondoh dan Salak Nglumut adalah produk andalan Petani di daerah ini, tetapi akibat erupsi Gunung Merapi selama 3 pekan sejak 26 Oktober lalu petani di daerah ini harus menderita kerugian Miliaran Rupiah. Bahkan tanaman salak yang masih tersisa juga dikhawatirkan tidak akan panen, dan seandainya panen kemungkinan juga tidak akan terserap oleh pasar karena busuk. Maka Menteri Peranian Dr.Suswono,MA berjanji akan memberikan satu unit tempat penyimpanan salak, agar tidak busuk.
Demikian ungkapan Mentan Dr.Suswono MA saat berdialog dengan petani salak dan peternak kecamatan Srumbung di Balai desa Sudimoro, (Rabu malam,4/11). Saat Menteri menanyakan apa yang diinginkan petani salak pasca erupsi Merapi, sebab menurut menteri sekitar bulan Desember hingga Januari merupakan masa panen raya salak pondoh.
Seluruh petani dan peternak di wilayah ini mengeluhkan banyaknya tanaman Salak maupun tanaman produktif lainnya yang rusak, disamping sulitnya mencari pakan ternak akibat semua tanaman terkena abu vulkanik semasa mereka tinggal mengungsi.
Menanggapi keluhan tersebut, Mentan menyarankan agar ternak yang dimiliki dijual terlebih dahulu, kalau petani/ peternak telah sepakat akan menjualnya, Mentan berjanji akan menghubungkan dengan rekanan yang siap membeli dengan harga yang wajar. Sedangkan untuk menanggulangi panen raya Salak Pondoh, Mentan berjanji akan memberikan satu unit tempat penyimpanan Salah agar tidak cepat busuk. Dalam kesempatan itu Mentan Suswono juga menyerahkan bantuan Rp 50 juta kepada Pemerintah Kabupaten Magelang, untuk penangan-an bencana Merapi yang diterima Assisten Administrasi dan Pemerintah-an, Agung Trijaya,SH.
Agung Trijaya, yang mewakili Bupati Magelang Ir.H.Singgih Sanyoto juga menyampaikan laporan, akibat erupsi Merapi lahan Padi rakyat yang rusak mencapai 780 Ha, Tanaman Cabe 683 Ha, Ubi jalar 157 Ha, Kobis 185 Ha, Tomat 66 ha, sayuran daun 50 Ha. "Masing masing komoditas mengalami tingkat kerusakan antara 15 sampai 50 persen," jelas Agung.
Sedangkan dari jumlah investasi yang dilakukan petani total nilai kerugian mencapai Rp 15,6 milyar. Dalam laporannya Agung juga me-nyebutkan Kabupaten Magelang yang merupakan salah satu daerah agraris spesisfik di Jateng memiliki 38.000 Ha lahan sawah dan 40.000 Ha tanah Tegalan.
*)sukendro
Demikian ungkapan Mentan Dr.Suswono MA saat berdialog dengan petani salak dan peternak kecamatan Srumbung di Balai desa Sudimoro, (Rabu malam,4/11). Saat Menteri menanyakan apa yang diinginkan petani salak pasca erupsi Merapi, sebab menurut menteri sekitar bulan Desember hingga Januari merupakan masa panen raya salak pondoh.
Seluruh petani dan peternak di wilayah ini mengeluhkan banyaknya tanaman Salak maupun tanaman produktif lainnya yang rusak, disamping sulitnya mencari pakan ternak akibat semua tanaman terkena abu vulkanik semasa mereka tinggal mengungsi.
Menanggapi keluhan tersebut, Mentan menyarankan agar ternak yang dimiliki dijual terlebih dahulu, kalau petani/ peternak telah sepakat akan menjualnya, Mentan berjanji akan menghubungkan dengan rekanan yang siap membeli dengan harga yang wajar. Sedangkan untuk menanggulangi panen raya Salak Pondoh, Mentan berjanji akan memberikan satu unit tempat penyimpanan Salah agar tidak cepat busuk. Dalam kesempatan itu Mentan Suswono juga menyerahkan bantuan Rp 50 juta kepada Pemerintah Kabupaten Magelang, untuk penangan-an bencana Merapi yang diterima Assisten Administrasi dan Pemerintah-an, Agung Trijaya,SH.
Agung Trijaya, yang mewakili Bupati Magelang Ir.H.Singgih Sanyoto juga menyampaikan laporan, akibat erupsi Merapi lahan Padi rakyat yang rusak mencapai 780 Ha, Tanaman Cabe 683 Ha, Ubi jalar 157 Ha, Kobis 185 Ha, Tomat 66 ha, sayuran daun 50 Ha. "Masing masing komoditas mengalami tingkat kerusakan antara 15 sampai 50 persen," jelas Agung.
Sedangkan dari jumlah investasi yang dilakukan petani total nilai kerugian mencapai Rp 15,6 milyar. Dalam laporannya Agung juga me-nyebutkan Kabupaten Magelang yang merupakan salah satu daerah agraris spesisfik di Jateng memiliki 38.000 Ha lahan sawah dan 40.000 Ha tanah Tegalan.
*)sukendro

Tidak ada komentar:
Posting Komentar