Rabu, 19 Januari 2011

PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO: “...selama dalam pengungsian anak-anak agar tetap sekolah...”

ERUPSI Merapi semakin menjadi-jadi setelah meletus 26 oktober, Kepala BVMBG (Badan Volkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi pada Kementrian ESDM, Dr. Surono menyatakan penduduk di lereng Merapi yang belum mengungsi untuk segera menjauh dari puncak Merapi dalam radius 15 Km. Barak barak pengungsi yang masih berada pada radius dibawah itu untuk segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman pada jarak diatas 15 Km dari Puncak Merapi.
    Berkaitan dengan aktifitas Gunung Merapi tersebut, banyak pihak memberi-kan perhatian, tidak ketinggalan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama Ibu Ani Yudhoyono dengan didampingi Menko kesra Agung Laksono, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng, Ketua BNPB Syamsul Maarif, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dan pejabat Terkait, Selasa (2/11) mengunjungi para pengungsi di TPA Tanjung, Kecamatan Muntilan, yang diterima Bupati Magelang dan Muspida beserta jajarannya.
    Dalam dialognya Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono berpesan kepada para pengungsi agar sabar dan mau tetap tinggal sementara di pengungsian. ”Kita berdoa dan berharap, Merapi segera reda, kalau sudah reda dan keadaan aman kembali silahkan kondur (pulang),” kata Presiden kepada salah seorang pengungsi. Memang di pengungsian sementara tidak seperti dirumah sendiri, tidak bisa bebas, namun demikian pemerintah akan membantu sesuai standar yang telah ditetapkan, jelas SBY lebih lanjut.
    Letusan Gunung Merapi merupakan proses alam, sejauh ini tidak ada yang mampu mencegahnya, bahkan mem-prediksinya. Peristiwa seperti ini akan berulang terus selama Merapi masih aktif, paling tidak empat tahun sekali. Sampai saat ini belum ada ahli yang bisa mengetahui seberapa besar awan panas yang akan disemburkam Merapi, kearah mana wedhus gembel dan luncuran lava pijar menuju, demikian juga denganseberapa besar banjir lahar dingin. Namun pemerintah tetap akan melakukan upaya upaya penyelamatan, satu jiwa pun harus diselamatkan.
    Presiden juga memberikan perhatian terhadap pendidikan anak anak selama dalam pengungsian, pihaknya meminta anak anak tetap bisa sekolah, sehingga pendidikan mereka tidak terganggu, termasuk adanya sarana bermain untuk mereka. “Tolong pak menpora, sediakan bola dan alat permaianan kepada anak-anak pengungsi.“ kata SBY. Dijawab Menpora bahwa pihaknya sudah membawakan beberapa sarana bermain, diantaranya bola, raket dan papan catur. *)dharma ali

Tidak ada komentar:

Posting Komentar